Minggu, 06 Mei 2012

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM


A.    Judul :
Mengenal Struktur Sel dan Pembuatan Preparat
B.     Tujuan :
1.      Menjelaskan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
2.      Menyebutkan bagian-bagian sel hewan dan tumbuhan
3.      Mengetahui cara pembuatan sediaan segar
C.Dasar Teori
1)  Struktur Sel
Istilah sel (“Cellula”=dalam bahasa latin) pertama kali digunakan oleh Robert Hook pada tahun 1665, pada saat sel pertama kali ditemukan. Dengan menggunakan sayatan gabus botol (Quercus Suber) yang diamati dibawah mikroskop, diketahui bahwa gabus tersebut tersusun oleh ruang-ruang kecil yang dikelilingi oleh dinding, karena sel gabus bersifat mati. Sel sendiri adalah kesatuan struktural dan fungsional makhluk hidup dimana keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing masing makhluk hidup.
Ilmu yang mempelajari tentang sel disebut sitologi.  Semua bentukan yang hidup, tumbuhan, hewan, dan mikrobia terdiri dari sel, dapat berupa organisme tunggal (uniselular) yang segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu sendiri dan bersel banyak yang berbagai fungsi kehidupannya itu dapat dilakukan oleh kelompok sel-sel yang berbeda, walaupun masih ada fungsi-fungsi kehidupan yang dilakukan oleh semua sel.
Struktur sel adalah rumit, walaupun demikian semua sel mempunyai persamaan dalam berbagai segi dasar. Tumbuhan dan hewan merupakan organisme,yang tubuhnya tersusun oleh sel-sel. Sel tumbuhan dan sel hewan merupakan variasi dari satu tipe unit dasar atau satuan struktur.

a). Sel tumbuhan                          
Sel tumbuhan mempunyai bentuk, ukuran dan stuktur yang bervariasi. Sel tumbuhan pada dasarnya  terdiri atas protoplasma dan dinding sel.
1.      Protoplasma
Komponen protoplasma terdiri atas :
a.       Sitoplasma, yaitu bahan protoplasma yang menyelubungi badan protoplasma dan non protoplasma, mengandung atau berisi butiran-butiran yang bermacam-macam serta sistem membran.
b.      Inti Sel (Nukleus), suatu badan yang merupakan pusat sintesis dan pengaturan aktifitas/kegiatan sel, serta menentukan sifat-sifat hereditas suatu organisme.
c.       Plastid, komponen protoplasma yang mempunyai struktur dan fungsi yang khusus.
d.      Mitokondria, badan yang lebih kecil dari plastida mempunyai fungsi respirasi.
Komponen non protoplasma :
Komponen non protoplasma terdapat di dalam protoplasma dan vakuola, menyusun bahan makanan atau produk metabolisme yang lain. Bahan-bahan ini umumnya dikenal sebagai bahan ergastik yang dapat bersifat cair atau bersifat padat.
2.      Dinding Sel
Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati.Dinding sel menentukan bentuk sel serta tekstur jaringan, berfungsi sebagai penguat dan melindungi protoplasma. Dinding sel ditemukan terlebih dahulu dari protoplasma. Dinding sel mempunyai struktur yang kompleks dan berdasarkan perkembangan strukturnya dibedakan menjadi tiga bagian pokok, yaitu :
a.       Lamela tengah, yaitu suatu lapisan perekat antar sel, yang menyekat dinding primer dua sel yang berdekatan,
b.      Dinding Primer, yaitu dinding pertama yang dibentuk oleh sel baru. Dinding sel primer mengandung selulosa, hemi selulosa dan peptin.
c.       Dinding Sekunder dibentuk disebelah dalam permukaan dinding primer yang terdiri dari selulosa atau campuran selulosa dengan hemiselulosa.
Dinding sel pada tumbuhan mempunyai tebal yang macam-macam tergantung pada umur dan tipe sel. Pada umumnya sel yang muda berdinding tipis dan sel dewasa berdinding tebal.Kadang beberapa sel dindingnya tidak mengalami penebalan sampai sel berhenti tumbuh.
b). Sel Hewan
Berbeda dengan sel tumbuhan, sel hewan tidak memiliki dinding sel dan plastida.Sel hewan hanya memiliki dua sentriol didalam sentrosom dan vakuola. Vakuola pada sel hewan terdiri atas dua tipe, yaitu sebagai berikut :
1.      Vakuola kontraktil yang berperan dalam menjaga tekanan osmotik sitoplasma dan disebut juga osmoregulator.
2.      Vakuola makanan untuk mencernakan makanan. Kedua jenis vakuola terdapat pada Amoeba dan Paramecium.
2)      Pengertian Sediaan
Dalam melihat bentuk sel maka perlu dilakukan pembuatan sediaan. Sediaan adalah  sesuatu yang akan diperiksa dibawah mikroskop. Secara garis besar ada tiga jenis sediaan diantaranya, yaitu sediaan segar,sediaan semi awetan, dan sediaan awetan. Selanjutnya dalam pembuatan sediaan harus dilakukan pengirisan dari spesimen yang besar. Pada prinsipnya ada tiga macam irisan berdasarkan bidang pemotongan, yaitu irisan melintang (cross section), irisan membujur (longitudinal section), dan irisan tengah (median section).
D.    Alat dan Bahan

1.      Mikroskop
2.      Pipet tetes
3.      Gelas objek
4.      Gelas penutup
5.      Kapas
6.      Tusuk gigi
7.      Pinset
8.      Selaput dalam umbi bawang merah
9.      Aquades
10.  Mucosa pipih
E.     Cara Kerja
a.      Pembuatan preparat tumbuhan
1.      Dengan menggunakan pinset, mengambil selaput bagian dalam umbi lapis yang berwarna putih dari bawang merah,
2.      Meletakkan selaput tipis tadi pada gelas objek,
3.      Meneteskan aquades, kemudian menutup dengan gelas penutup,
4.      Mengamati di bawah mikroskop dan digambar dua atau tiga sel serta diberikan keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak.

b.      Pembuatan preparat hewan
1.         Menggunakan tusuk gigi untuk mengorek secara perlahan-lahan bagian dalam pipih.
2.         Setelah mendapatkan bagian mucosa pipih, letakan di atas kaca preparat.
3.         Meneteskan aquadest, kemudian ditutup dengan gelas penutup.
4.         Mengamati di bawah mikroskop.
F.      Hasil Pengamatan
hasil pengamatan tidak dapat ditampilkan
a.
G.    Pembahasan
1.      Sel tumbuhan
Berdasarkan hasil pengamatan pada sel tumbuhan ada 3 bagian sel yang dapat dilihat dengan mikroskop diantaranya :
a.       Inti sel
Inti sel termasuk pada komponen protoplasma.Inti dikelilingi oleh suatu membran inti dan didalamnya terdapat suatu matriks yang disebut nukleoplasma.Pada waktu inti membelah rangka inti ini muncul sebagai kromosom.
b.      Sitoplasma
Sitoplasma merupakan komponen protoplasma yang bersifat cair.Meskipun demikian sitoplasma merupakan supstansi yang kental tembus cahaya.Dengan menggunakan mikroskop electron tampak adanya diferensiasi sistem membrane (selaput) didalam sitoplasma.
c.       Dinding sel
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel tumbuhan.Fungsi dinding sel ini adalah untuk melindungi organel dalam sel, memberi bentuk sel dan sebagai tempat transportasi antar sel.
2 . Sel hewan
Sama halnya dengan sel tumbuhan, terdapat tiga bagian sel hewan yang dapat dilihat dengan mikroskop, yang membedakan hanyalah terdapatnya selaput tipis terluar pada sel tersebut, yang disebut membran sel.
Secara umum, membran sel berfungsi sebagai pembatas antara sel dan lingkungan luar, melindungi isi sel agar tidak keluar meninggalkan sel, mengatur pertukaran zat sel yang masuk atau keluar sel, dan melakukan seleksi terhadap zat-zat yang akan masuk atau yang meninggalkan sel.
Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan, diperoleh beberapa perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.Hal ini dapat dibuktikan karena adanya percobaan yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop yang dapat melihat bagian-bagian dari sel hewan dan sel tumbuhan.Adapun bagian-bagian dari sel hewan dan sel tumbuhan ini tidak dapat dilihat secara keseluruhan melainkan hanya bagian-bagian tertentu saja.Diantaranya pada sel tumbuhan yang dapat dilihat yaitu inti sel, dinding sel, dan sitoplasma.Sedangkan pada sel hewan yang dapat dilahat yaitu inti sel, membran sel dan sitoplasma.
Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
Dinding sel
Membran sel
Kloroplas
Tidak ada kloroplas
Tidak ada lisosom
Ada lisosom
Tidak ada ribosom
Ada ribosom

H.    Kesimpulan
      Perbedaan pokok antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah bahwa sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang nyata sedangkan pada sel hewan yang selaput tipisyang disebutmembran sel. Selain perbedaan tersebut, pada sel tumbuhan dijumpai adanya plastida serta vakuola sel yang dapat membesar, sedangkan pada sel hewan tidak demikian.
DAFTAR PUSTAKA
Wibosono soerodikoesoero, dkk. 1994. Anatomi dan Fisiogi Tumbuhan. Jakarta: DEPDIKBUD.U.T.
Bhojwani.Ss. and S.p.Bhatanugar. 1987. The Embryologi of Angniosperms. Vikas publishing hous PVT Itd.new delhi
Alberts,B, dennis bray, Julian Lewis, Martin Raft, Keith Roberts, and james D.watson. 1989.  Molecular Biology of the Cell New York : gerland publishing, INC. 
Team Penyusun. 2011. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Gorontalo: UNG

















           
           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar